Burning Man berkembang dari sebuah kelompok anti-kemapanan di San Francisco, yang didirikan oleh Larry Harvey pada tahun 1980-an, menjadi sebuah acara bernilai jutaan dolar dengan ribuan peserta dan dukungan dari para donatur miliarder di bidang teknologi. Para “Burners” yang baru pertama kali ikut menantikan pengalaman tersebut, sementara para peserta yang sudah berpengalaman dan panitia bersiap menghadapi hal-hal yang tak terduga karena COVID-19 mengancam kelangsungan acara.
